Waspada Serangan Jantung di Usia Muda

Mitos serangan jantung dialami orang berusia lanjut dipatahkan setelah 1990. Penderita serangan jantung koroner semakin muda. Sebanyak 20 persen kasus dibawah usia 40-45 tahun, dan 40 persen di atas umur 50 tahun.

Sebab, proses aterosklerosis (penumpukan lemak di pembuluh darah) dimulai sejak usia anak-anak. Tandanya, fatty streak (guratan lemak) di dalam pembuluh darah koroner. Dengan berlanjutnya kebiasaan hidup tidak sehat, seperti makan makanan berlemak, merokok, kurang olahraga, proses aterosklerosis bertambah berat. Akibatnya, timbul penyempitan atau penyumbatan di pembuluh darah koroner.

Sebaiknya penilaian faktor risiko untuk timbulnya penyakit jantung koroner perlu dilakukan sejak usia 20 tahun. Misalnya, riwayat penyakit jantung koroner di dalam keluarga, kadar kolesterol serta kadar gula darah. Juga nilai aktivitas fisik, tekanan darah, indeks masa tubuh, lingkar pinggang dan denyut nadi. Pemeriksaan harus dilakukan setiap 2 tahun.

Rokok merupakan faktor risiko utama jantung koroner. Di samping kolesterol, diabetes melitus dan hipertensi. Rokok bekerja sinergis terhadap faktor resiko lain. Bahan kimia yang ada pada rokok bisa mengganggu fungsi jantung dan pembuluh darah koroner.

Di AS pada tahun 1985, merokok merupakan penyebab 70 persen kematian pengidap penyakit jantung koroner.

Sumber: radar jember