Pidato Bung Karno 'Ganyang Malaysia'

Seolah masalah yang ditimbulkan oleh negeri tetangga malaysia tidak pernah berhenti. Mulai dari ambalat, sipadan-ligitan, tki, klaim budaya sampai penangkapan petugas membuat rakyat Indonesia gerah. Demonstrasi anti malaysia yang terjadi akhir-akhir ini mengingatkan saya tentang pidato bung karno ganyang malaysia. Setelah googling akhirnya ketemu juga kutipan pidato bung karno, pidato ini juga bisa dilihat di youtube.

Pada tanggal 20 Januari 1963 Indonesia mengambil sikap bermusuhan dengan malaysia. Sikap ini diambil karena malaysia yang dulu dikenal dengan persekutuan tanah melayu ingin menggabungkan brunei, sabah dan serawak menjadi federasi Malaysia dan adanya demontrasi anti-Indonesia yang menginjak-injak garuda, lambang negara Indonesia yang dianggap telah melecehkan Indonesia.

Pada tanggal 27 Juli 1963, dengan semangat patriotisme Ir. Soekarno berpidato gerakan ganyang malaysia. Berikut kutipannya:

kalau kita lapar itu biasa
kalau kita malu itu juga biasa
namun kalau kita lapar atau malu itu karena malaysia, kurang ajar!

Kerahkan pasukan ke Kalimantan hajar cecunguk malayan itu!
Pukul dan sikat jangan sampai tanah dan udara kita diinjak-injak oleh malaysian keparat itu

Doakan aku, aku akan berangkat ke medan juang sebagai patriot bangsa, sebagai peluru Bangsa yang tidak mau diinjak-injak harga dirinya

Serukan serukan ke seluruh pelosok negeri bahwa kita akan bersatu untuk melawan kehinaan ini
kita akan membalas perlakuan ini dan kita tunjukkan bahwa kita masih memiliki gigi yang kuat dan kita juga masih memiliki martabat

yoo.. ayoo... kita.. ganjang..

gajang.. malaysia..

gajang.. malaysia..

bulatkan tekad

semangat kita badja

peluru kita banjak

njawa kita banjak

bila perlu satoe-satoe!

Peseteruan mulai mereda ketika Ir Soekarno digantikan Soeharto. Pada 28 Mei 1966 perseteruan Indonesia-Malaysia pun mereda dan tanggal 11 Agusus 1966 Indonesia-Malaysia sepakat untuk berdamai.

Membaca kutipan pidato diatas membuat jiwa patriotisme keluar, kedaulatan Indonesia dianggap harga mati oleh Bung Karno. Semangat yang tidak setengah-setengah membuat Bung Karno selalu diingat oleh rakyat Indonesia.