Perahu Nabi Nuh Ditemukan di Turki

Cerita tentang bahtera Nabi Nuh dikisah dalam berbagai buku, sejumlah film dan lain-lain. Sejumlah ahli sejarah dari berbagai negara sudah lama penasaran dengan kebenaran kisah ini.

Untuk membuktikan kebenaran cerita itulah, kelompok peneliti dari China dan Turki yang tergabung dalam 'Noah's Ark Ministries International' selama bertahun-tahun mencari sisa-sisa perahu legendaris tersebut.

Kemarin, 26 April 2010 mereka mengumumkan mereka menemukan perahu Nabi Nuh di Turki. Mereka mengklaim menemukan sisa-sisa perahu Nabi Nuh berada di ketinggian 4.000 meter di Gunung Agri atau Gunung Ararat, di Turki Timur.

Mereka bahkan mengklaim berhasil masuk ke dalam perahu itu, mengambil foto dan beberapa specimen untuk membuktikan klaim mereka.

Menurut para peneliti, specimen yang mereka ambil memiliki usia karbon 4.800 tahun, cocok dengan apa yang digambarkan dalam sejarah.

Tim ilmuwan yang khusus mengeksplorasi temuan bersejarah dalam kitab suci menemukan contoh kayu yang terpendam dalam struktur Gunung Ararat yang terletak di sebelah timur Turki. Dalam penelitiannya terbukti jika kayu tersebut berumur sekira 4.800 tahun, sama dengan usia bahtera Nabi Nuh.


Pemerintah Turki di Ankara mengaku telah meminta kepada UNESCO untuk mengeluarkan keputusan menjadikan gunung tersebut sebagai cagar budaya yang harus dilindungi, setidaknya sampai para arkeolog melakukan pembuktian dan penggalian lebih dalam.


Kisah Nabi Nuh AS

Menutut Riwayat nabi Nuh as memiliki usia yang panjang yaitu 950 tahun, hanya selisi 50 tahun dengan nabi adam as. Ketika Alloh mengankat beliau sebagai nabi usianya 450 tahun . selama hidupnya tak henti hentinya beliau mengajak kaumnya agar menyembah Alloh , bukan menyembah berhala tetapi ditolaknya ajakan tersebut hanya sedikit dari umatnya yang mengikuti ajakannya , umat nabih Nuh memang kersa kepala sehingga Alloh memberikan Azab berupa banjr besar.
Tetapi sebelum banjir besar itu terjadi Alloh SWT sudah memberikan perintah kepada nabi Nuh As. untuk membuat sebuah perahu tetapi nabi Nuh bingung karena beilau tidak mempunyai pengetahuan untuk membuat Perahu tesebut . Alloh SWT kemudian menyuruh Malaikat Jibril untuk mengajarkan kepada nabi Nuh cara membuat Perahu, maka dimulailah pembuatan perahu dengan arahan malikat Jibril yang kelak kisahnya di abadikan dalam Al Quran.

Kontruksi Perahu nabi Nuh As

Seperti yang dikatakan Ibnu Abbas mula-mula nabi Nuh menggergaji kayu jati menjadi beberapa potongan usai itu beliau melekatkan potongan kayu itu dengan paku yang terbuat dari besi . bagian haluan perahu tersebut berbentuk kepala burung merak, tetapi paruhnya seperti burung elang, sayapnya bagai sayap rajawali, wajahnya seperti burung merpati , buritannya seperti ekor ayam jago . sebagian riwayat mengatakan bahwa perahu nabi Nuh bertingkat tiga tapi sebagian lagi mengatakan tujuh tingkat , perahu itu mempunyai panjang kurang lebih 1000 hasta dengan lebar 600 hasta dan tinggi 300 hasta dengan tiap tingkat berjarak 10 hasta, tiap tingkat mempunyai pintu dan perahu itu mempunyai rantai besi serta di cat dengan aspal. Kemudian Alloh SWT memerintahkan kepada nabi Nuh as. agar memaku keempat sisi perahu tersebut dengan empat buah paku yang masing masin tertulis huruf Ayn’ yang artinya tanda dari 4 sahabat nabi Muhammad SAW. Abu bakar, Umar, Ustman, dan Ali.
Didalam perahu itu disediakan tangki air, dan persedaian makanan selama enam bulan . dan Alloh SWT juga menurunkan sebuah Merjan yang becahaya seperti matahari untuk diletakkan didalam perahu yang berfungsi sebagai waktu dan tanda kapan malam tiba. Didalam perahu tersebut nabi nuh menempatkan kaumnya yang berjumlah 80.000 laki dan perempuan ditingkat pertama bersama tabut kotak kayu berisi jasad nabi Adam dan siti Hawa , Maqom Ibrahim, hajar aswad , serta tonkat tongkat para nabi dan Rosul. Ditinkat kedua untuk binatang liar , binatang ternak, binatang melata , ditinkat ketiga ditempati bangsa burung, tingkat ke empat ditempati pohon pohonan , tingkat kelima untuk binatang buas yang memiliki cakar, tingkat ke enam ditempati binatang berbisa ular, kala jengking, dan tingkat ke tujuh ditempati sepasang gajah betina dan jantan. Tak lama kemudian turunlah azab Alloh tesebut pada kaum nabi Nuh As. barulah disitu kaum nabi Nuh menyadari akan ucapan dan ajakannya, namun Alloh telah menolak Taubat mereka . akhirnya kaum nabi Nuh As. tenggelam termasuk istri dan anak nabi Nuh As.


Sumber Utama: id.shvoong.com, vivanews.com