Sepatu sebagai simbol prestise

Jika awalnya sepatu dibuat untuk melindungi kaki, perkembangan zaman ternyata telah tergeser alasan tersebut. Lama kelamaan sepatu bukan hanya untuk melindungi kaki tetapi juga menjadi simbol prestise pemakainya.

Pada awal zaman pertengahan (sekitar tahun 1320an) di sejumlah negara barat, sepatu bisa menunjukkan kedudukan dalam lingkup kerajaan. Misalnya saja, makin besar ujung sepatu yang dipakai kedudukan pemakainya semakin tinggi. Namun jenis sepatu ini tidak dipakai oleh kaum perempuan.

Berbeda dengan kondisi dibeberapa negara timur, tepatnya sebelum abad ke-16. Saat itu sepatu bersol tebal lazim digunakan para perempuan agar tetap bersih saat menuju ke pemandian umum. Jadi tak ada hubungannya dengan tingkat sosial mereka.

Kini bentuk dan bahan pembuat sepatu semakin berkembang. Biaya pembuatan sepatu pun makin mahal. Makin bagus kualitas dan model sepatu, makin sedikit orang yang mampu membelinya. Sehingga lama-kelamaan, sepatu dibuat oleh perancang sepatu terkenal dan hanya mampu dibeli oleh masyarakat kalangan atas. Sebab, untuk sebuah sepatu atau sandal karya perancang ternama, harganya bisa mencapai puluhan hingga ratusan juta rupiah. (surien)