Model sepatu yang terus berulang

Setelah alas kaki makin banyak digunakan, orang mulai menciptakan alas kaki dengan memasukkan unsur seni. Para pembuat sepatu mulai merancang aneka ragam bentuk sepatu yang modis tanpa meninggalkan fungsi utamanya. Karena itu tidak heran, jika bentuk setiap zaman bisa berubah-ubah. Namun, seperti halnya mode pakaian, model sepatupun dari waktu ke waktu sering berulang kembali. Misalnya, sepatu tebal di era tahun 70an kembali ngetren di tahun 90an, padahal jenis sepatu bersol tebal itu pun sudah ada sejak jaman dahulu. Awalnya, sepatu memang dibuat dengan sol tebal, baru pada awal abad ke-18, sol sepatu untuk perempuan dibuat lebih ramping dan makin runcing. Meski saat itu hak sepatu tinggi masih belum sempurna dibuat. Sepatu bersol sepatu runcing mudah rusak karena tak kuat menyangga beban pemakainya. Namun kini sol sepatu sudah makin baik sehingga semakin digemari.

Model sepatu dengan ujung dan hak runcing sempat menghilang dan digantikan jenis sepatu yan ujungnya berbentuk melingkar & ada pula yang berbentuk persegi. Lalu pada abad ke 20, sepatu boot mulai diperkenankan. Sepatu dengan penutup kaki yang lebih tinggi ini bisa membantu pemakainya merasa lebih hangat saat berada di udara dingin. Pada perkembangannya, sepatu boot dibuat dari berbagai jenis bahan sehingga bisa memiliki banyak fungsi. Misalnya saja, sepatu boot yang terbuat dari bahan plastik biasanya dipakai para pekerja bangunan untuk melindungi kaki dari benda-benda tajam dan berat. Sepatu boot juga biasa digunakan untuk melintasi medan yang becek/berlumpur.

Saat ini, selain modelnya semakin memukau, sepatu dibuat dengan mengutamakan segi kenyamanannya. Karena itu, sepatu yang digunakan untuk kepentingan khusus, misalnya olahraga, didesain sedemikian rupa agar pemakainya tidak mudah mengalami cedera kaki saat berolahraga dan tetap tampil trendy. Bahkan saat ini sudah banyak diciptakan aneka ragam sepatu untuk bayi dan anak balita.